Dari sebagian ulama
diceritakan, bahwasanya sebelum Allah
Ta’ala menciptakan bumi, tempat ‘Arsy adalah air, sedang ‘Arsy itu berada
di atas air. Lalu Allah Ta’ala menyuruh
‘Arsy agar naik dari atas permukaan air, maka ia pun naik. Ia terus meninggi,
sehingga air yang ada di tempatnya tadi membentuk kubus dan menghantarkan ‘Arsy
naik besertanya sampai ke mana yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah
menyuruh air kembali ke tempat semula, maka katanya: “Sekiranya Allah tidak menyuruh aku kembali ke tempatku, pasti aku hantar
engkau ke tempatmu.”
Maka Allah Ta’ala pun mewahyukan kepada air. “Sesungguhnya karena kamu telah memuliakan ‘Arsy dan telah
mengantarnya demi Aku, maka Aku jadikan tempatmu merupakan tanah yang paling
utama, dan Aku jadikan ia kiblat bagi semua makhluk, dan tempat orang berharap
memperoleh segala kebutuhan.”
Oleh karenanya, Nabi SAW
bersabda: “Barangsiapa
menghantarkan seorang tamu tujuh langkah, maka Allah menutup terhadapnya tujuh
pintu Jahannam. Dan apabila ia hantarkan tamu itu delapan langkah lagi, maka
Allah akan membukakan baginya delapan pintu surga, sehingga dapatlah ia
memasukinya dari pintu manapun yang ia kehendaki.” (Haqa’iq)
Dan disebutkan pula,
bahwa yang pertama-tama diciptakan Allah
Ta’ala ialah Qalam, kemudian Lauh. Maka disuruh-Nya Qalam untuk menulis
pada Lauh apa-apa yang akan terjadi
sampai hari kiamat. Kemudian, Dia
menciptakan apa yang Dia kehendaki
menurut kehendak-Nya yang azali,
kemudian Dia ciptakan ‘Arsy,
kemudian Dia ciptakan para malaikat
penanggung ‘Arsy, kemudian langit dan bumi. Dan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan ‘Arsy adalah untuk
hamba-hamba-Nya, supaya mereka tahu
ke mana mereka mesti menghadapkan wajah ketika berdoa, agar tidak kebingungan
dalam berdoa, sebagaimana Dia telah
menciptakan Ka’bah, supaya mereka
tahu kemana mereka mesti menghadapkan muka dan beribadat. (Sekian dari As-Samarqandi)
Berkata Ats-Tsa’labi
mengenai firman Allah Ta’ala:
“Dan
menjunjung ‘Arsy Tuhanmu.”
Dari Ali bin Al-Husain RA, bahwa dia berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah
menciptakan ‘Arsy, sedang sebelumnya Dia tidak menciptakan apa-apa selain tiga:
Udara, Qalam dan Nun, kemudian barulah menciptakan ‘Arsy dari bermacam-macam
cahaya, antara lain Cahaya hijau, yang olehnya terjadilah warna hijau. Cahaya kuning, karenanya
terjadilah warna kuning. Cahaya merah, yang oleh karenanya menjadi warna merah dan Cahaya putih, yang oleh
karenanya menjadi benderanglah cahaya-cahaya, dan dari cahaya itu pula
terangnya waktu siang. Kemudian Allah menjadikan ‘Arsy bertingkat-tingkat sampai tujuh juta
tingkat, yang tidak satu tingkat pun diantaranya kecuali bertasbih kepada Allah, memuji dan
mensucikan-Nya dengan suara-suara yang berbeda-beda, yang andaikata Allah Ta’ala mengizinkan
segala sesuatu untuk mendengarnya, pasti akan runtuhlah gunung-gunung dan
gedung-gedung dan akan keringlah lautan.”
“Dan
tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya.”
Berkata Ats-Tsa’labi: Telah menceritakan kepada
kami Ja’far bin Muhammad dari
ayahnya,dari kakeknya, bahwa dia berkata: “Pada ‘Arsy ada gambar dari semua makhluk yang telah
diciptakan Allah Ta’ala, baik yang di darat maupun di laut, dan
itulah takwil dari firman-Nya Ta’ala.” (Dan tidak ada sesuatupun, melainkan
pada sisi Kami-lah
khazanahnya).
Dan menurut khabar, bahwa
sesungguhnya Allah SWT telah
menyuruh semua malaikat berangkat pagi dan sore, untuk mengucapkan salam kepada
malaikat-malaikat pemikul ‘Arsy, karena keunggulan mereka atas
malaikat-malaikat yang lain.
Demikianlah petikan Ats-Tsa’labi, yang diucapkan pula oleh Imam Al-Baghawi dalam menafsirkan
firman Allah Ta’ala: “Kursi Allah meliputi langit
dan bumi.”
Sedang Abu Hurairah RA
berkata: “Kursi itu terletak
di depan ‘Arsy. Adapun arti “Wasi’a”, bahwa luasnya adalah seluas
langit dan bumi.”
Dan kata Ali dan Muqatil: “Masing-masing kaki kursi itu, tingginya
setinggi tujuh langit dan bumi, dan ia terletak di depan ‘Arsy.”
Demikian kata mereka.
Berkata Al-Allamah As-Suyuthi: Ibnu Jarir, Ibnu Mardawaih dan Abusy
Syaikh mengeluarkan dari Abu Dzarr
RA, ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda: “Hai
Abu Dzar, langit yang tujuh pada kursi, hanyalah seumpama sebuah cincin yang
tergeletak di gurun, dan kelebihan ‘Arsy atas kursi, adalah sebagai kelebihan
gurun atas cincin tersebut.”
Dan Abusy Syaikh telah mengeluarkan dari Hammad, ia berkata: “Allah telah menciptakan ‘Arsy dari pertama zamrud hijau, dan
diciptakan-Nya pula baginya empat buah tiang dari permata yaqut merah,
dan diciptakan-Nya lagi baginya seribu bahasa, dan Allah menciptakan di
bumi seribu umat, masing-masing umat bertasbih dengan salah satu bahasa dari
bahasa-bahasa ‘Arsy.”
Dan Abusy Syaikh telah mengeluarkan pula dari Umar RA bahwa dia berkata: “Allah SWT telah menciptakan empat macam makhluk dengan
tangan-Nya, Adam AS, ‘Arsy, Qalam
dan Surga ‘Adn. Sedang terhadap makhluk-makhluk lain, Dia berfirman “Kun”, maka jadilah ia.”
Dan Abusy Syaikh mengeluarkan pula dari Utsman bin Sa’ad Ad-Darimi dalam kitabnya “Ar-Radd ‘alal Jahmiyah”, dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Pemimpin langit
adalah ‘Arsy.”
Sesungguhnya telah kami bicarakan secara terperinci mengenai hal
ini, supaya sifat-sifat ‘Arsy itu diketahui oleh semua orang.
| <Prev | 1 | 3 |
4
|
Next> |
|---|









No comments:
Post a Comment