Allah tidak menjawab seruan mereka selama dua kali lipat masa tinggal mereka di dunia. Kemudian, dijawab juga seruan mereka itu seraya firman-Nya:“Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
<<Lihat Sebelumnya<<
(*_*) >>Lihat Selanjutnya>>
Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya dia berkata: “Neraka Jahannam di datangkan pada hari
kiamat dari bawah bumi yang ke tujuh, dikelilingi oleh tujuh puluh ribu barisan
malaikat dan setiap barisan terdiri dari tujuh puluh ribu kali lebih banyak
dari manusia dan jin. Mereka menarik neraka Jahannam dengan memegang
kendalinya. Sedang neraka Jahannam itu mempunyai empat buah tiang, yang jarak
antara tiap-tiap dua buah tiang adalah sejauh perjalanan sejuta tahun. Dan ia
mempunyai tiga puluh ribu kepala, dan pada tiap-tiap kepala terdapat tiga puluh
ribu mulut. Dan pada tiap-tiap mulut terdapat tiga puluh ribu gigi geraham,
yang masing-masing gigi geraham bagaikan tiga puluh ribu kali besar gunung
Uhud. Dan pada tiap-tiap mulut terdapat dua buah bibir, yang masing-masing
bibir bagaikan lapisan-lapisan dunia, dan pada tiap-tiap bibir terdapat rantai
dari besi, dan pada tiap-tiap rantai terdapat tujuh puluh ribu mata rantai,
tiap-tiap mata rantai dipegang oleh malaikat-malaikat yang banyak. Neraka
Jahannam itu di datangkan dari sebelah kiri ‘Arasy.” (Daqa’iqul Akhbar)
![]() |
| Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad |
Dan menurut khabar: Apabila telah tiba hari kiamat orang-orang
kafir akan mengatakan: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis makhluk
yang telah menyesatkan kami, (yaitu) dari jin dan manusia, agar kami letakkan
keduanya di bawah telapak kaki kami, supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang
yang hina.”
Dan berkata Muqatil: Untuk iblis, disediakan sebuah mimbar di dalam neraka, lalu naiklah ia
ke atasnya, maka berkumpullah kepadanya orang-orang kafir dan siapa saja yang
mengikutinya. Mereka sekalian berkata: “Hai terkutuk, kamu telah sesatkan kami dari jalan yang
benar.”
“Dan berkatalah setan tatkala perkara
(hisab) telah diselesaikan, ‘Sesungguhnya Allah telah
menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu,
tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu,
melainkan aku (sekedar) menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab
itu, janganlah kamu mencerca, tetapi cercalah dirimu sendiri. Sedang aku tidak
membawa bukti kepadamu dan kamu pun tidak mengetahui aku. Oleh sebab itu,
janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri.” (Durratul W’izhin)
Dan ada dikatakan pula,
bahwa penghuni neraka menyesali dirinya selama seribu tahun, kemudian kata
mereka: “Ketika
kami masih ada di dunia dulu, bila kami bersabar, maka kami akan mendapatkan
kelapangan.” Maka, mereka pun lalu bersabar selama seribu tahun.
Tetapi, siksa itu tidak diinginkan juga dari mereka, maka mereka mengatakan: “Sama saja bagi
kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai
tempat untuk melarikan diri.”
Penghuni neraka itu lalu
berseru kepada Malaikat Malik,
memanggil-manggil dan menjarit: “Hai Malik, janji itu benar-benar telah ditunaikan kepada
kami, siksa ini benar-benar telah hangus. Jika kamu keluarkan kami, sungguh kami
takkan mengulangi perbuatan kami.”
Maka jawab Malik, dan juga penjaga-penjaga yang
lain kepada mereka: “Dan
apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-ketarangan?
Mereka menjawab: Benar, sudah
datang.”
Maka dikatakan kepada
mereka: “Berdoalah
kamu. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”
Maka penghuni neraka
itupun lalu berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan
adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami
daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia).
Maka, jika kami kembali (juga kepada kekafiran),
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”
Namun, Allah tidak menjawab seruan mereka
selama dua kali lipat masa tinggal mereka di dunia. Kemudian, dijawab juga
seruan mereka itu seraya firman-Nya:
“Tinggallah dengan
hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
Maka, manakala mereka
telah berputus asa untuk dapat keluar dari neraka, mereka meminta hujan dari Allah Ta’ala, selama seribu tahun. Seru
mereka: “Hai
Tuhan kami, kirimkanlah hujan kepada kami.” Maka tampaklah kepada
mereka mega merah. Mereka mengira akan
dituruni hujan. Maka, dihujankanlah atas mereka ketonggeng-ketonggeng sebesar
beghal, yang bila seorang penghuni neraka terkena sengat, maka sakitnya takkan
bisa hilang selama seribu tahun. Kemudian, mereka meminta lagi kepada Allah
agar diberi hujan pula, maka tampaklah kepada mereka mega hitam. Kata mereka, ‘inilah mega hujan’.
Maka turunlah atas mereka ular-ular sebesar leher unta jantan. Tiap-tiap
penghuni neraka yang digigit mereka, maka sakitnya takkan bisa hilang selama
seribu tahun.
Inilah arti dari firman Allah
Ta’ala: “Kami
tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan, disebabkan mereka selalu
berbuat kerusakkan.” (Misykatul
Anwar)
Seseorang menceritakan
dari sementara ulama, bahwa dia mengatakan:
Lapisan-lapisan
neraka Jahannam ada tujuh.
Pertama ialah neraka Sa’ir.
Firman Allah Ta’ala: “Maka kebinasaanlah bagi
penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala (Sa’ir).”
Penghuni neraka Sa’ir ialah orang-orang yang suka mendustakan
ayat-ayat Allah. Kita berlindung
kepada Allah dari neraka Sa’ir ini maupun neraka-neraka yang
lain.
Yang Kedua, ialah lapisan Lazha,
untuk mereka yang meninggalkan shalat.
Firman Allah: “Sekali-kali tidak dapat.
Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak (Lazha), yang mengelupaskan
kulitnya kepala.”
Yang Ketiga, ialah neraka Saqar.
Allah Ta’ala berfirman: “(Mereka saling Tanya-menanya) tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa:
‘Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar?’. Mereka menjawab: ‘Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula)
memberi makan orang miskin.”
Padahal, perkara yang utama sekali di dalam syariat ialah shalat.
Yang Keempat, ialah neraka Jahim.
Allah Ta’ala berfirman: “Adapun orang yang melampaui
batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka
Jahimlah tempat tinggal(nya).”
Neraka Jahim diciptakan bagi mereka yang memperturutkan hawa
nafsunya.
Yang Kelima, ialah Jahannam. Allah Ta’ala berfirman: “Dan
sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka
(pengikut-pengikut setan) semuanya.”
Yang Keenam, ialah Hawiyah. Allah Ta’ala berfirman: “Maka
tempat kembalinya ialah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu, apakah neraka Hawiyah
itu? (yaitu) api yang sangat panas.”
Dan Yang Ketujuh, ialah neraka Huthamah,
yang diciptakan buat tukang-tukang pengadu domba. Allah Ta’ala berfirman: “Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.” (A’rajiyah)









No comments:
Post a Comment