Keterangan Tentang Neraka (3)

Allah tidak menjawab seruan mereka selama dua kali lipat masa tinggal mereka di dunia. Kemudian, dijawab juga seruan mereka itu seraya firman-Nya:“Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad
<<Lihat Sebelumnya<< (*_*) >>Lihat Selanjutnya>>
   Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya dia berkata: “Neraka Jahannam di datangkan pada hari kiamat dari bawah bumi yang ke tujuh, dikelilingi oleh tujuh puluh ribu barisan malaikat dan setiap barisan terdiri dari tujuh puluh ribu kali lebih banyak dari manusia dan jin. Mereka menarik neraka Jahannam dengan memegang kendalinya. Sedang neraka Jahannam itu mempunyai empat buah tiang, yang jarak antara tiap-tiap dua buah tiang adalah sejauh perjalanan sejuta tahun. Dan ia mempunyai tiga puluh ribu kepala, dan pada tiap-tiap kepala terdapat tiga puluh ribu mulut. Dan pada tiap-tiap mulut terdapat tiga puluh ribu gigi geraham, yang masing-masing gigi geraham bagaikan tiga puluh ribu kali besar gunung Uhud. Dan pada tiap-tiap mulut terdapat dua buah bibir, yang masing-masing bibir bagaikan lapisan-lapisan dunia, dan pada tiap-tiap bibir terdapat rantai dari besi, dan pada tiap-tiap rantai terdapat tujuh puluh ribu mata rantai, tiap-tiap mata rantai dipegang oleh malaikat-malaikat yang banyak. Neraka Jahannam itu di datangkan dari sebelah kiri ‘Arasy.” (Daqa’iqul Akhbar)


   Dan menurut khabar: Apabila telah tiba hari kiamat orang-orang kafir akan mengatakan: “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua jenis makhluk yang telah menyesatkan kami, (yaitu) dari jin dan manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami, supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina.”

   Dan berkata Muqatil: Untuk iblis, disediakan sebuah mimbar di dalam neraka, lalu naiklah ia ke atasnya, maka berkumpullah kepadanya orang-orang kafir dan siapa saja yang mengikutinya. Mereka sekalian berkata: “Hai terkutuk, kamu telah sesatkan kami dari jalan yang benar.”

   “Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan aku (sekedar) menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca, tetapi cercalah dirimu sendiri. Sedang aku tidak membawa bukti kepadamu dan kamu pun tidak mengetahui aku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri.” (Durratul W’izhin)

   Dan ada dikatakan pula, bahwa penghuni neraka menyesali dirinya selama seribu tahun, kemudian kata mereka: “Ketika kami masih ada di dunia dulu, bila kami bersabar, maka kami akan mendapatkan kelapangan.” Maka, mereka pun lalu bersabar selama seribu tahun. Tetapi, siksa itu tidak diinginkan juga dari mereka, maka mereka mengatakan: “Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”

   Penghuni neraka itu lalu berseru kepada Malaikat Malik, memanggil-manggil dan menjarit: “Hai Malik, janji itu benar-benar telah ditunaikan kepada kami, siksa ini benar-benar telah hangus. Jika kamu keluarkan kami, sungguh kami takkan mengulangi perbuatan kami.”

   Maka jawab Malik, dan juga penjaga-penjaga yang lain kepada mereka: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-ketarangan? Mereka menjawab: Benar, sudah datang.”

   Maka dikatakan kepada mereka: “Berdoalah kamu. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”

   Maka penghuni neraka itupun lalu berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia). Maka, jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

   Namun, Allah tidak menjawab seruan mereka selama dua kali lipat masa tinggal mereka di dunia. Kemudian, dijawab juga seruan mereka itu seraya firman-Nya: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
   Maka, manakala mereka telah berputus asa untuk dapat keluar dari neraka, mereka meminta hujan dari Allah Ta’ala, selama seribu tahun. Seru mereka: “Hai Tuhan kami, kirimkanlah hujan kepada kami.” Maka tampaklah kepada mereka mega merah. Mereka mengira akan dituruni hujan. Maka, dihujankanlah atas mereka ketonggeng-ketonggeng sebesar beghal, yang bila seorang penghuni neraka terkena sengat, maka sakitnya takkan bisa hilang selama seribu tahun. Kemudian, mereka meminta lagi kepada Allah agar diberi hujan pula, maka tampaklah kepada mereka mega hitam. Kata mereka, ‘inilah mega hujan’. Maka turunlah atas mereka ular-ular sebesar leher unta jantan. Tiap-tiap penghuni neraka yang digigit mereka, maka sakitnya takkan bisa hilang selama seribu tahun.
Inilah arti dari firman Allah Ta’ala: “Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan, disebabkan mereka selalu berbuat kerusakkan.” (Misykatul Anwar)

   Seseorang menceritakan dari sementara ulama, bahwa dia mengatakan:
Lapisan-lapisan neraka Jahannam ada tujuh.
   Pertama ialah neraka Sa’ir. Firman Allah Ta’ala: “Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala (Sa’ir).”
Penghuni neraka Sa’ir ialah orang-orang yang suka mendustakan ayat-ayat Allah. Kita berlindung kepada Allah dari neraka Sa’ir ini maupun neraka-neraka yang lain.

   Yang Kedua, ialah lapisan Lazha, untuk mereka yang meninggalkan shalat.
Firman Allah: “Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak (Lazha), yang mengelupaskan kulitnya kepala.”

   Yang Ketiga, ialah neraka Saqar. Allah Ta’ala berfirman: “(Mereka saling Tanya-menanya) tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa: ‘Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar?’. Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.”
Padahal, perkara yang utama sekali di dalam syariat ialah shalat.

   Yang Keempat, ialah neraka Jahim. Allah Ta’ala berfirman: “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka Jahimlah tempat tinggal(nya).”
Neraka Jahim diciptakan bagi mereka yang memperturutkan hawa nafsunya.

   Yang Kelima, ialah Jahannam. Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.”

   Yang Keenam, ialah Hawiyah. Allah Ta’ala berfirman: “Maka tempat kembalinya ialah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu, apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.”

   Dan Yang Ketujuh, ialah neraka Huthamah, yang diciptakan buat tukang-tukang pengadu domba. Allah Ta’ala berfirman: “Sekali-kali tidak. Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.” (A’rajiyah)

No comments:

Post a Comment

Bergabunglah bersama kami dalam mengelola perdagangan Nasional.
"Kami telah siap melayani anda di Seluruh Indonesia"