Maka Jibril AS lalu mengambil api sebesar dzarrah dan dicucinya tujuh puluh kali dalam tujuh puluh sungai, kemudian dibawanya kepada Nabi Adam AS, lalu diletakkannya di atas gunung yang sangat tinggi. Maka lelehlah gunung tersebut, sedang api itu kembali ke tempat semula, tinggal asapnya saja yang ada di dalam batu-batu dan besi sampai sekarang.
Ada seorang menceritakan, bahwa Abu Yazid air matanya tiada henti-hentinya keluar, dan senantiasa menangis. Maka ada yang menanyai apa sebabnya.
![]() |
| Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad |
Ada seorang menceritakan, bahwa Abu Yazid air matanya tiada henti-hentinya keluar, dan senantiasa menangis. Maka ada yang menanyai apa sebabnya.
Dia menjawab: “Sesungguhnya, sekiranya Allah Ta’ala (hanya) mengancam akan menahan aku di dalam air yang
mendidih selamanya ~bila aku berdosa~, maka sudah sepatutnya air mataku tiada berhenti
keluar, maka apalagi bila Dia telah
mengancam ~bila aku berdosa~ akan menahan aku di dalam neraka yang telah Dia
nyalakan sejak tiga ribu tahun.” (Misykat)
Menurut khabar, bahwa Nabi SAW telah bersabda:
“Jibril AS telah datang
kepadaku, maka aku berkata: ‘Hai Jibril,
ceritakanlah kepadaku tentang neraka Jahannam’. Kata Jibril: ‘Sesungguhnya
Allah telah menciptakan neraka, lalu
menyalakannya selama seribu tahun lagi sehingga memerah. Kemudian,
menyalakannya selama seribu tahun lagi sehingga menghitam. Jadi neraka itu
hitam, sebagaimana malam yang gulita, tiada bisa diredakan gejolaknya dan tidak
bisa dipadamkan baranya’.”
Diriwayatkan pula, bahwa Allah Ta’ala telah mengutus Jibril kepada malaikat Malik untuk mengambil sebagian api
neraka yang akan dibawa kepada Nabi Adam
AS buat menanak nasi.
Maka kata malaikat Malik:
“Hai Jibril,
berapa banyak api yang engkau inginkan?”
Jawab Jibril AS: “Saya ingin api
sebutir kurma.”
Malik berkata: “Andaikata aku beri engkau sebesar kurma, pasti
akan melelehkan ketujuh langit dan bumi karena panasnya.”
Jibril AS berkata: “Berikan
kepadaku separonya.”
Kata Malik pula: “Andaikata aku beri engkau seperti yang engkau
inginkan itu, niscaya takkan turun dari langit setetes pun hujan dan takkan
tumbuh dari bumi tanaman apapun.”
Kemudian seru Jibril AS:
“Tuhanku,
seberapakah api yang harus aku ambil?”
Allah Ta’ala berfirman: “Ambillah api sebesar dzarrah.”
Maka Jibril AS lalu mengambil api sebesar dzarrah dan dicucinya tujuh puluh
kali dalam tujuh puluh sungai, kemudian dibawanya kepada Nabi Adam AS, lalu diletakkannya di atas gunung yang sangat tinggi.
Maka lelehlah gunung tersebut, sedang api itu kembali ke tempat semula, tinggal
asapnya saja yang ada di dalam batu-batu dan besi sampai sekarang. Jadi, api
kita ini adalah dari asap dzarrah itu. Maka berfikirlah, hai orang-orang
yang berakal.
Berkata Muhammad bin Ka’ab: “Sesungguhnya
penghuni neraka akan memanggil-manggil sampai lima kali, empat kali di
antaranya mendapat jawaban Allah,
sedang setelah yang kelima kalinya, penghuni neraka tidak lagi dapat berbicara
untuk selama-lamanya. Seru mereka: “Ya Tuhan kami,
Engkau telah mematikan kami dua kali, dan telah menghidupkan kami dua kali
(pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka, adakah sesuatu jalan (bagi
kami) untuk keluar (dari neraka)?”
Maka Allah Ta’ala menjawab mereka seraya firman-Nya: “Yang demikian itu adalah karena kamu kafir bahwa Allah saja yang patut disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Kemudian, seru penghuni
neraka: “Ya Tuhan
kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke
dunia), kami akan
mengerjakan amal saleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”
Maka Allah Ta’ala menjawab dengan firman-Nya: “Bukankah kamu telah bersumpah
dahulu (didunia), bahwa sekali-kali kamu tidak
akan binasa?”
Kemudian seru penghuni
neraka: “Ya Tuhan
kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh, berlainan
dengan yang telah kami kerjakan.”
Maka Allah Ta’ala menjawab seraya firman-Nya: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan
umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah
tidak) datang
kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan tidak ada lagi bagi orang-orang yang
zalim seorang penolongpun.”
Kemudian, seru penghuni
neraka: “Ya Tuhan
kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, adalah kami orang yang sesat. Ya
Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke
dunia), maka jika
kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”
Maka Allah Ta’ala menjawab mereka seraya firman-Nya: “Tinggallah dengan hina di
dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
Dan sesudah itu, untuk
selama-lamanya tidak lagi dapat berbicara. Dan demikianlah puncak siksa yang
sangat berat. Mereka tidak merasakan kesejukkan di dalamnya dan tidak (pula)
mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah.
Nabi SAW mensabdakan: “Andaikata seember saja dari nanah tersebut dicurahkan ke
dunia pasti akan terbakarlah penghuni dunia seluruhnya.”
Dan firman Allah Ta’ala: “Setiap kali kulit mereka
hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan
azab.”
Nabi SAW mensabdakan: “Penghuni neraka dimakan api pada setiap harinya tujuh
puluh ribu kali. Dan tiap kali api itu memakan mereka, maka dikatakanlah
kepada mereka, ‘kembali
lagi’, maka (jasad) mereka pun kembali lagi seperti sedia kala, sedang di
sana mereka tak pernah mati, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ‘Dan datanglah (bahaya) maut kepadanya
dari segenap penjuru, tapi dia tidak juga mati’.” (Misykatul Anwar)









No comments:
Post a Comment