(Berbuat kebajikan) melakukan ketaatan-ketaatan dengan baik, yaitu baik ditinjau dari kuantitas, seperti menunaikan ibadah-ibadah sunnah, maupun ditinjau dari kualitas,
![]() |
| Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad |
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
“Sesungguhnya
Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepada kamu, supaya kamu ingat.” (QS.An-Nahl:90)
Tafsir:
(Sesungguhnya Allah menyuruh
(kamu) berlaku adil), bersikap
pertengahan dalam segala hal, baik dalam berkeyakinan, seperti bertauhid yang
pertengahan antara fatalisme dan menyekutukan Allah, dan seperti berpendapat
yang mengharuskan usaha, yaitu sikap pertengahan antara madzhab Jabariyah dan
madzhab Qadariyah. Dan juga dalam beramal, seperti pengabdian menunaikan
kewajiban-kewajiban, sebagai siap pertengahan antara menganggur dan kerahiban.
Dan juga dalam berakhlak, seperti kedemawanan, yaitu sikap pertengahan antara
bahil dan boros.
(Berbuat kebajikan) melakukan ketaatan-ketaatan dengan baik, yaitu baik ditinjau dari kuantitas, seperti menunaikan ibadah-ibadah sunnah, maupun ditinjau dari kualitas, sebagaimana disabdakan Nabi SAW: “Ihsan ialah hendaklah kamu menyembah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat kamu.”
(Dan memberi kepada kaum
kerabat), memberi kepada kaum kerabat apa-apa yang mereka perlakukan,
kata-kata ini merupakan pengkhususan setelah pernyataan secara umum sebagai
mubalaghah.
(Dan Allah melarang dari
perbuatan keji), dari berlebih-lebihan dalam memperturutkan
kekuatan syahwat, seperti berzina, karena zina adalah tingkah laku manusia
paling buruk dan menjijikan.
(Dan kemungkaran), perbuatan
yang mengakibatkan pelakunya tidak disetujui orang, yaitu membangkitkan
kekuatan amarah.
(Dan permusuhan), bersikap
sombong, menguasai dan congkak terhadap sesama manusia.
(Allah memberi pengajaran
kepadamu), berupa perintah dan larangan serta perbedaan antara yang baik
dan yang buruk. (supaya kamu ingat),
mengambil pelajaran.
(Qadhi
Baidhawi)








No comments:
Post a Comment