Barangsiapa pernah menganiaya saudaranya mengenai kehormatan atau sesuatu yang lain, maka hendaklah ia meminta maaf kepadanya hari ini sebelum tiada lagi dinar maupun dirham.
![]() |
| Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad |
Ketahuilah, bahwa
perintah Allah untuk melakukan tiga
hal tersebut di atas adalah mencakup semua yang diperintah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an.
Dan begitu pula dengan larangan Allah
terhadap tiga hal tersebut di atas juga mencakup semua yang dilarang Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, setiap khatib di atas mimbar, pada
akhir setiap khutbahnya membaaca ayat ini, agar menjadi pelajaran umum bagi
semua orang.
Dan dari Ibnu Mas’ud RA bahwa dia berkata: Ayat yang paling
lengkap artinya dalam Al-Qur’an adalah
ayat ini.
Dan dari Ali RA berkata: Kesimpulan takwa terdapat pada firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya
Allah menyuruh berlaku adil…” (al-‘Uyun wat-Taisir)
Diriwayatkan dari Ustman bin Mazh’un, bahwa dia berkata: Pernah
Rasulullah SAW menyeru aku kepada Islam, maka sayapun masuk Islam karena malu
untuk tidak memenuhi seruannya, sedang Islam itu belum lagi mantap dalam
hatiku. Pada suatu hari aku hadir di hadapan beliau. Maka tatkala berbicara
kepadaku, tiba-tiba aku melihat mata beliau ke langit, kemudian kepalanya
diangkat sekali lagi dari sebelah kanan kemudian beliau rendahkan ke sebelah
kiri, sesudah itu beliau menghadapku sedang wajahnya menjadi merah dengan
mengeluarkan keringat. Maka aku bertanya kepada beliau tentang keadaan yang
menimpa beliau seperti itu.
Maka jawab beliau: “Ketika aku berbicara kepadamu, sekonyong-konyong aku
mengangkat pandanganku ke langit, maka aku melihat Jibril turun ke sebelah
kananku lalu berkata: ‘Ya Muhammad,’ selanjutnya dia membaca (Innallaha ya’muru bil-‘adli wal ihsani)….. sampai
akhir ayat.”
Ustman mengatakan: “Maka menjadi mantaplah iman dalam hatiku di kala itu.”
Dengan demikian, turunnya
ayat ini menjadi sebab kemantepan iman Ustman
bin Mazh’un, demikian dikatakan oleh Ibnusy
Syaikh. Maka barangsiapa yang mempunyai akal, ia akan dapat mengambil
pelajaran Allah Ta’ala dan dapat
mengambil nasehat dari nasehat-nasehat Rasulullah
SAW, dan dapat pula mengambil peringatan dari peringatan-peringatan beliau.
Sabda Nabi SAW: “Taukah kamu sekalian siapakah orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab: “Orang-orang bangkrut di kalangan kami adalah orang-orang
yang tidak lagi mempunyai dirham maupun harta benda.”
Maka sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya
orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang pada hari kiamat datang
membawa shalat, puasa dan zakat. Ia datang dalam keadaan telah mengecam ini,
menuduh itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan memukul si ini,
lalu diantara kebaikan-kebaikan orang itu diberikan si ini, dan di antara
kebaikan-kebaikannya diberikan pula kepada si itu. Jika kebaikan-kebaikannya
telah habis sebelum hutangnya lunas, maka di ambillah dari kesalahan-kesalahan
mereka lalu dilempar kepada orang itu, kemudian ia pun dicampakkan ke dalam
neraka.”
Oleh karena itu, Nabi SAW
pun bersabda:
“Barangsiapa
pernah menganiaya saudaranya mengenai kehormatan atau sesuatu yang lain, maka
hendaklah ia meminta maaf kepadanya hari ini sebelum tiada lagi dinar maupun
dirham. Jika ia mempunyai amal saleh, maka diambillah daripadanya seukuran
penganiayaannya, dan jika ia tidak mempunyai kebaikan-kebaikan, maka
diambillah diantara keburukan-keburukan sahabatnya itu, lalu dipukulkan
terhadapnya.” (Misykatul
Mashabih)
Dari Abu Hurairah RA
dan dari Sahal bin Mu’adz, dari Rasulullah SAW beliau bersabda:
“Barangsiapa
menahan kejengkelan, sedang dia mampu melampiaskannya, maka Allah Ta’ala akan
memanggilnya pada hari kiamat, disaksikan oleh seluruh makhluk, sehingga ia
disuruh memilih bidadari yang mereka kehendaki.”
(demikian tersebut dalam al-Lubab)
Diriwayatkan bahwa Allah
Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa AS:
“Barangsiapa
yang mempunyai kemampuan tapi dia memberi maaf, maka Aku memandang kepadanya
setiap hari tujuh puluh kali. Padahal orang yang Aku pandang sekali saja, maka
Aku takkan mengazabnya dengan neraka-Ku,” (Raudhatul Mughni)
Maka bagi orang yang
berakal, hendaklah membiasakan memberikan maaf kepada sesama manusia dan
berbuat kebajikan kepada mereka serta memelihara diri dari kejengkelan dan
marah, karena hal itu akan mengakibatkan masuk neraka. Semoga Allah memelihara
diri kita dari neraka dan memasukkan kita ke dalam surga beserta orang-orang
yang baik.









No comments:
Post a Comment