Berlaku Adil dan Berbuat Kebajikan (4)

Barangsiapa menahan kejengkelan, sedang dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat, disaksikan oleh seluruh makhluk, sehingga dia boleh memilih bidadari yang mana yang dia kehendaki.

Durratun Nashihin Fil Wa'zhi Wal Irsyad
   Diceritakan dari Maimun bin Mahram, bahwa hamba sahaya yang perempuan datang membawa gulai, maka dia terantuk lalu gulai itu tumpah kepadanya, sehingga Maimun hendak memukul kepadanya. Maka berkata wanita itu: Hai tuanku, laksanakanlah firman Allah Ta’ala: “…dan orang-orang yang menahan kejengkelannya.”
Sungguh aku laksanakan kata Maimun. Lalu kata wanita itu pula: Lakasanakanlah juga firman berikutnya: “Dan mereka yang memaafkan orang.”
Maimun berkata: “Sesungguhnya aku memaafkan engkau.”
Maka berkatalah wanita itu: “Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Maka berkata pula Maimun: “Aku pasti berbuat kebajikan kepadamu, maka engkau merdeka, demi keridhaan Allah Ta’ala.” (Raudhatul Muttaqin)

“Orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.”
Yakni baik di waktu mudah atau susah.

Jadi, hal yang pertama-tama disebutkan di antara akhlak orang-orang yang bertaqwa yang menyebabkan masuk surga adalah tentang kedermawanan. Dalam pada itu, terdapat pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa dia berkata:
Sabda Rasulullah SAW: “Orang yang dermawan itu dekat dari Allah, dekat dari surga, dekat dari manusia, jauh dari neraka. Sedang orang-orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dekat dari neraka. Dan orang yang bodoh tetapi dermawan adalah lebih disukai Allah daripada orang yang alim tetapi kikir.”

“Dan orang-orang yang menahan kejengkelannya.”
Yakni menelan kejengkelannya di kala hati mereka penuh dengannya.

Al-Kazhmu artinya: Menahan sesuatu ketika penuh. Sedangkan,
Kazhmul Ghaizh artinya: Penuh kejengkelan itu ke dalam perutnya dan tidak dia tampakkan.


  Dan dari Nabi SAW: “Barangsiapa menahan kejengkelan, sedang dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat, disaksikan oleh seluruh makhluk, sehingga dia boleh memilih bidadari yang mana yang dia kehendaki.”

“Dan mereka yang memaafkan orang.”
Yakni orang yang pernah menganiaya dan berbuat buruk terhadap mereka.

“Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ma’alimut Tanzil)

   Sabda Rasulullah SAW: “Seseorang” yakni laki-laki “akan senantiasa menganut agama temannya” yakni kawan dan sahabatnya. “Maka hendaklah seorang dari kamu memperhatikan,” maksudnya: Hendaklah seorang teman memperhatikan “kepada orang yang dia temani,” yakni yang dia kawani. “Maka, carilah seorang teman” yakni sahabat yang akan menjadi sekutumu dalam belajar dan sahabatmu “dalam urusan agamamu” yakni dalam menunaikan agamamu “dan duniamu”. Karena dari seorang taman akan diperoleh keuntungan-keuntungan keagamaan, seperti ilmu, amal, doa dan syafaat diakhirat dan juga keuntungan-keuntungan duniawi seperti pangkat, kemesraan, pergaulan dan lain-lain.

   Dan dari hadits ini dapatlah dipahami, bahwasanya tidaklah patut diajak berkawan orang yang buruk akhlaknya, yaitu orang yang tidak mampu menguasai nafsunya di kala marah dan bersyahwat, sehingga akan terjerumus ke dalam kemaksiatan.
(Hadits ini tersebut dalam Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali)
<<Lihat Sebelumnya<< (*_*) >>Lihat Selanjutnya>>

No comments:

Post a Comment

Bergabunglah bersama kami dalam mengelola perdagangan Nasional.
"Kami telah siap melayani anda di Seluruh Indonesia"