Permohonan Ampun Malaikat Untuk Orang Mukmin (3)

Dari Ibnu Abbas RA bahwa dia berkata: “Setelah Allah Ta’ala menciptakan ‘Arsy, maka disuruh-Nya para malaikat pemikul ‘Arsy itu memikulnya, tetapi mereka merasa berat. Maka Allah Ta’ala berfirman: “Ucapkan olehmu sekalian ‘Subhanallaah’ (Maha Suci Allah).” Maka para malaikat itu mengucapkan ‘Subhanallaah’, sehingga menjadi ringanlah mereka memikulnya. Dan untuk seterusnya, mereka mengucapkan sepanjang masa, ‘Subhanallaah’, sampai saat Allah Ta’ala menciptakan Adam AS, maka tatkala penciptaan Adam AS itu telah sempurna, dia pun bersin, dan Allah Ta’ala mengilhamkan kepadanya ucapan ‘Alhamdulillaah’ (Segala Puji bagi Allah). Maka Adam pun mengucapkan ‘Alhamdulillaah’, lalu Allah Ta’ala berfirman: ‘Yarhamukallaah’ (Allah merahmati kamu). Untuk inilah Aku telah menciptakan kamu, hai Adam.”

   Para malaikat berkata: “Kalimat ini sangatlah agung, tidak patut kita malalaikannya.”
Lalu kalimat ini mereka gandengkan dengan kalimat yang pertama tadi sedemikian rupa, sehingga mereka ucapkan sepanjang masa, ‘Subhanallaahi walhamdu lillaah’ (Maha Suci Allah, dan segala Puji bagi Allah). Dan mereka pun merasakan semakin ringan beban ‘Arsy itu, tidak seperti semula.
Kesuksesan Anda dimulai hari ini bersama kami
   Dan demikianlah, mereka senantiasa mengucapkan kalimat-kalimat tersebut sehingga pada suatu saat, Allah Ta’ala mengutus Nabi Nuh AS. Kaum Nabi Nuh AS lah yang mula-mula menganggap patung-patung berhala sebagai Tuhan.

   Maka Allah Ta’ala mewahyukan kepada Nabi Nuh AS agar menyuruh kaumnya mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ (Tiada Tuhan selain Allah) sedang Nabi Nuh AS menerima penghinaan kaumnya dengan rela.
Para malaikat berkata: “Kalimat yang ketiga ini pun agung pula.”
Lalu mereka gandengkan dengan kedua kalimat mereka ucapkan sepanjang masa, ‘Subhanallaahi walhamdu lllaahi walaa ilaaha illallaah’ (Maha Suci Allah dan segala Puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah), sampai pada suatu ketika Allah Ta’ala mengutus Nabi Ibrahim AS.
   Taat kala Allah Ta’ala mengutus Nabi Ibrahim AS, di suruh-Nya ia berkorban, yang kemudian Allah menebus putra Nabi-Nya itu dengan seekor domba. Ketika Ibrahim melihat domba itu, ucapnya: ‘Allahu Akbar’ (Allah Maha Besar), saking gembiranya menerima kenyataan itu.
Para malaikat berkata: “Kalimat yang keempat ini pun mulia juga.”
Lalu mereka gandengkan dengan kalimat-kalimat yang tiga tersebut di atas, kemudian mereka ucapkan sepanjang masa: ‘Subhanallahi walhamdu lillaahi walaa ilaaha illallahu wallaahu akbar’ (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
  
 Tatkala Jibril AS menceritakan cerita ini kepada Rasulullah SAW, beliau berkata: ‘Laa haula wala quwwata illa billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim’ (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).
Jibril AS kemudian berkata: “Kalimat ini patut pula digandengkan dengan kalimat-kalimat yang empat itu.” (Tanbihul Ghafilin)
   Berkata Imam Al-Qusyairi: Menurut sebagian khabar ada diceritakan, bahwa seorang malaikat berkata: “Wahai Tuhan, sesungguhnya  saya ingin mengetahui ‘Arsy?”
Allah lalu menciptakan baginya tiga puluh ribu sayap, dan terbanglah malaikat itu dengan sayapnya selama tiga puluh ribu tahun.
Maka firman Allah: “Sudah sampaikah kamu kepada ‘Arsy?”
Jawab malaikat: “Saya belum lagi menempuh sepersepuluh tinggi ‘Arsy.”
Lalu malaikat itupun meminta izin dari Allah Ta’ala, untuk kembali kepada tempatnya semula. (Hai’atul Islam)

   Berkata Imam Al-Qurthubi: “Menurut pendapat-pendapat para ahli tafsir, bahwa ‘Arsy adalah singgasana, dan bahwa ia berupa tubuh yang diwujudkan. Allah Ta’ala telah menciptakan dan memerintahkan para malaikat-Nya supaya memikulnya, dan mengharuskan mereka mengagungkannya dan berthawaf di sekelilingnya, sebagaimana Allah telah menciptakan Bait (Ka’bah) di bumi dan menyuruh anak cucu Adam berthawaf di sekelilingnya seraya mengagungkan dan memuliakan.” (Hai’atul Islam)
   Dan berkata pula Syahr bin Hausyab: Sesungguhnya para malaikat pemikul ‘Arsy ada delapan orang, empat orang di antara mereka mengucapkan: ‘Subhanakallaahumma wa bihamdika wa laka hamdu ‘alaa hilmika wa ‘ilmika’ (Maha Suci Engkau ya Allah, dan seraya memuji kepada-Mu. Dan segala puji bagi-Mu atas kepenyantunan-Mu dan ilmu-Mu)
Sedang yang empat lagi mengucapkan: ‘Subhaaka Allaahumma wa bihamdika walakal hamdu ‘alaa ‘afwika ba’da qudratika’ (Maha Suci Rngkau ya Allah, dan seraya memuji kepada-Mu. Dan segala puji bagi-Mu atas kemaafan-Mu sesudah kekuasaan-Mu).

   Kata Syahr: “Dan seolah-olah malaikat-malaikat itu mengetahui dosa-dosa anak cucu Adam, lalu mereka beristighfar untuk orang-orang yang beriman, yakni mereka memohonkan kepada Allah Ta’ala ampunan bagi orang-orang yang beriman.”
(Tafsir Al-Khazin)

   Dari Ibnu Abbas RA bahwa dia berkata: Tatkala Allah Ta’ala telah menciptakan ‘Arsy yang agung itu, maka ‘Arsy merasa bahwa dia adalah makhluk yang terbesar, maka katanya: “Allah tidak menciptakan suatu makhluk lain yang lebih besar daripadaku.” Maka bergetarlah ‘Arsy itu, lalu Allah Ta’ala menciptakan seekor ulat yang melilit ‘Arsy itu. Ular itu mempunyai tujuh puluh ribu sayap. Pada tiap-tiap sayap terdapat tujuh puluh ribu bulu. Pada tiap-tiap bulu terdapat tujuh puluh ribu wajah. Pada tiap-tiap wajah terdapat tujuh puluh ribu mulut, dan pada tiap-tiap mulut ada tujuh puluh ribu lidah. Pada setiap harinya keluarlah tasbih dari mulut-mulut ular itu sebanyak bilangan titik-titik hujan, dan sebanyak bilangan dedaunan pohon-pohon, dan sebanyak bilangan malaikat-malaikat seluruhnya. Ular itu melilit ‘Arsy, dan ternyata ‘Arsy itu hanya separo ular. (Hai’atul Islam)

<Prev  1 
 2 
 3 
 
Next>

No comments:

Post a Comment

Bergabunglah bersama kami dalam mengelola perdagangan Nasional.
"Kami telah siap melayani anda di Seluruh Indonesia"